Nama Tjhai Chui Mie, S.E., M.H. (Tjong Chui Mie) telah terpatri kuat dalam sejarah kemajuan Kalimantan Barat. Sebagai Wali Kota Singkawang periode 2017–2022, perempuan kelahiran 27 Februari 1972 ini tidak sekadar menjalankan roda birokrasi, namun berhasil menyulap kota kelahirannya menjadi kiblat toleransi nasional.
Di bawah kepemimpinannya, Singkawang bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga kokoh secara sosial.
Pionir Toleransi di Level Nasional
Prestasi paling mentereng yang diukir Tjhai Chui Mie adalah keberhasilannya membawa Singkawang meraih predikat sebagai Kota Tertoleran di Indonesia versi SETARA Institute selama beberapa tahun berturut-turut.
Ia memahami bahwa keberagaman etnis—Tionghoa, Dayak, dan Melayu (Tidayu)—di Singkawang adalah aset berharga. Melalui kebijakan yang inklusif dan pendekatannya yang merangkul semua golongan, ia berhasil membuktikan bahwa perbedaan adalah energi utama untuk membangun daerah, bukan pemecah belah.
Dari Ketua DPRD hingga Kursi Wali Kota
Ketangguhan politik Tjhai Chui Mie telah teruji jauh sebelum ia menjabat sebagai wali kota. Ia mengawali pengabdian di jalur legislatif sebagai Ketua DPRD Kota Singkawang periode 2009–2014. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam mengenai manajemen anggaran dan strategi pembangunan yang efektif.
Kematangan ini ia bawa saat terpilih menjadi Wali Kota, di mana ia mencetuskan visi "Singkawang Hebat". Fokusnya mencakup segala lini, mulai dari penataan tata kota, pelayanan publik yang transparan, hingga penguatan sektor pariwisata yang kini menjadi tulang punggung ekonomi kota.
Mewujudkan Mimpi Bandara Singkawang
Salah satu warisan infrastruktur yang paling signifikan dari era Tjhai Chui Mie adalah perjuangannya dalam merealisasikan pembangunan Bandar Udara Singkawang. Melalui skema pendanaan kreatif termasuk dukungan dari sektor swasta dan pemerintah pusat, ia berhasil memecah kebuntuan aksesibilitas yang selama ini dirasakan masyarakat Kalimantan Barat bagian utara.
Bandara ini kini menjadi gerbang utama yang mempermudah wisatawan mancanegara untuk menyaksikan festival budaya ikonik seperti Cap Go Meh, yang perkembangannya melesat pesat di bawah pengawasan langsung sang Wali Kota.
Srikandi yang Merakyat
Di balik ketegasannya sebagai pemimpin, Tjhai Chui Mie tetap dikenal sebagai sosok ibu yang merakyat. Ia seringkali terlihat turun langsung ke pasar, gang-gang sempit, hingga lokasi bencana untuk memastikan warganya dalam keadaan baik. Kesederhanaan inilah yang membuat dukungan masyarakat tetap mengalir deras bahkan setelah masa jabatannya usai pada Desember 2022.
Kini, Tjhai Chui Mie tetap menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Indonesia untuk berani tampil di ruang publik. Baginya, politik adalah sarana pengabdian untuk menciptakan harmoni dan kemajuan bagi seluruh rakyat tanpa memandang suku maupun agama.

